Resume Rangkaian Elektronik (katanya)

Pertemuan Pertama, Komponen elektronika.

Bismillah, halo gan ketemu lagi sama ane Muhammad ‘vL’ Ridwan, nah kebetulan disini ane dapet tugas nih  ngebikin resume tentang pertemuan pertama dan kedua praktikum rangkaian elektronik, nah cek tkp gan buat lebih lengkapnya…

Nah pada pertemuan pertama ini ane belajar tentang Komponen Elektronika.  Nah apa sih komponen elektronika itu? Kalo secara teorinya sih yaitu sebuah alat atau benda yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan kegunannya.

Komponen elektronika ini gan, menurut sistem kerjanya dibagi jadi dua, apa aja sih? Cekidot gan:

  1. Pertama, yaitu komponen aktif. Komponen aktif ini sama kaya namanya gan, jadi si komponen ini Cuma aktif kalo ada arus listrik, kalo ga ada arus ga akan aktif.
  2. Kedua, yaitu komponen pasif. Nah kalo komponen ini kebalikan dari yang atas gan, jadi walaupun ga dikasih tegangan atau arus masih bisa bekerja dan beroperasi dengan baik gan.

Komponen Aktif.

Pertama kita bahas contoh² komponen aktif, meluncur ke TKP gan:

  1. Transistor, nah digunain buat ngemodifikasi/ngerekayasa misal dipake sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya.

Jenis – Jenis Transistor:

transistor
Keterangan :

PNP = Positif, Negatif, Positif

NPN = Negatif, Positif, Negatif

B = Basis

C = Colector

E = Emitor

 

  1. Dioda, nah kalo ini komponen elektronika yang bisa digunain untuk ngenyearahin sinyal listrik gan, atau biasanya juga bisa disebut sebagai Untuk contoh dioda, misalnya: Lampu LED gan.

fisik-dioda

  1. Integrated Circuit (IC), nah yang ketiga ini unik gan, kenapa? IC ini komponen elektronika aktif yang dibentuk dari gabungan dari banyak transistor, resistor, dll, yang dijadikan menjadi satu komponen elektronika aktif. Nah fungsinya juga banyak, sebanyak penyusunnya :v engga juga sih wkwkw, nah fungsinya mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan, dll.IC-integrated-circuit-radio

 

 

Komponen Pasif.

Nah komponen aktifnya udah, tinggal contoh² komponen pasif :

  1. Resistor: komponen elektronika yang berfungsi membatasi atau menghambat arus listrik. Karena tidak dapat menguatkan sinyal maka resistor termasuk komponen pasif. Nah berikut cara ngehitung resistor dari pitanya gan: dengan pita pertama adalah Puluhan, pita kedua adalah satuan, pita ketiga adalah pengali, dan pita keempat adalah toleransi.resistor
  2. Kapasitor: Nah kapasitor itu kaya celengannya arus listrik gan, jadi gunanya buat nyimpen muatan arus listrik dalam kurun waktu tertentu, dengan cara ngumpulin ketidakseimbangan internal dari muatan arus listrik, etdahh ciee wkwk. Membaca-Nilai-Kapasitor
  3. Induktor: nah kalo ini, salah satu komponen pasif elektronika yang tersusun dari lilitan kawat dan bisa menghasilkan medan magnet bila dialiri arus listrik dan sebaliknya bisa menghasilkan listrik bila diberi medan magnet, reversible gitu deh.induktor02

Pertemuan Kedua, Rangkaian Listrik.

Di pertemuan kedua ini ane diajarin berbagai rangkaian listrik gan (baca: Electrical Relationship :v ) wkwkw . Mulai dari rangkaian seri, paralel, dan, campuran, ane diajarin gimana caranya nyari hambatan pengganti, arus listrik, dan tegangan listrik. buat lebih lengkapnya,  cekidot gan…..

Rangkaian Seri.

Nah rangkaian ini disusunnya secara sejajar gan (seri), jadi misal kalo rangkaiannya berupa beberapa lampu yang dihubungin sama satu kawat/kabel, kalo satu lampu putus, maka yang lain ga akan nyala…. contohnya:

Rangkaian-Seri-Resistor

Contoh Kasus untuk menghitung Rangkaian Seri Resistor

Seorang Engineer ingin membuat sebuah peralatan Elektronik, Salah satu nilai resistor yang diperlukannya adalah 4 Mega Ohm, tetapi Engineer tidak dapat menemukan Resistor dengan nilai 4 Mega Ohm di pasaran sehingga dia harus menggunakan rangkaian seri Resistor untuk mendapatkan penggantinya.

Penyelesaian :

Ada beberapa kombinasi Nilai Resistor yang dapat dipergunakannya, antara lain :

1 buah Resistor dengan nilai 3,9 Mega Ohm
1 buah Resistor dengan nilai 100 Kilo Ohm
Rtotal = R1 + R2
3,900,000 + 100,000 = 4,000,000 atau sama dengan 4 Mega Ohm.

Atau

4 buah Resistor dengan nilai 1 Mega Ohm
Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4
1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm = 4 Mega Ohm

Rangkaian Paralel.

Nah kalo ini rangkaian yang dipake dirumah² agan, kenapa? karena Resistornya disusun secara berderet atau berbentuk Paralel, jadi kalo yang satu putus, yang satunya lagi balikan *curhat , eh engga ikut putus maksudnya :v wkwk, untuk lengkapnya cekidot gan:

Rangkaian-Paralel-Resistor

Contoh Kasus untuk Menghitung Rangkaian Paralel Resistor

Terdapat 3 Resistor disiusun paralel gan dengan nilai-nilai Resistornya adalah sebagai berikut :
R1 = 100 Ohm
R2 = 200 Ohm
R3 = 47 Ohm

Berapakah nilai hambatan yang didapatkan jika memakai Rangkaian Paralel Resistor?

Penyelesaiannya :

1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
1/Rtotal = 1/100 + 1/200 + 1/47
1/Rtotal = 94/9400 + 47/9400 + 200/9400
1/Rtotal = 341 x Rtotal = 1 x 9400 (→ Hasil kali silang)
Rtotal = 9400/341
Rtotal = 27,56

Jadi Nilai Hambatan Resistor pengganti untuk ketiga Resistor tersebut adalah 27,56 Ohm.

nah kita udah bisa nih nentun hambatan penggantinya, jadi untuk nyari tegangan sama arusnya kita bisa pake rumus V=I.R , dimana:

V= tegangan (volt)

I= Arus(Ampere)

R=Hambatan(Ohm)

 

Nah alhamdulillah nih gan, kita udah di penghujung acara :v wkwkw

Credit to: Modul Praktikum RE 2014/2015 shift 1, Google for picture, and you for the love one :* :rate5 :cendolbig :shakehand :thumbup :ggwp

Bonus =)) :

062b9f3ee287b51cb24978fe9bc5f0cb